Pemberdayaan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kecamatan Banua Lawas dengan Metode Yadain

Banua Lawas, hari Ahad, 17 November 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melalui progam Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa STIQ Amuntai di semester VII mengadakan Workshop atau pelatihan Pemberdayaan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kecamatan Banua Lawas dengan Metode Yadain Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Daya Ingat dalam Menghafal Alquran pada Anak Usia Dini. Kegiatan ini sebagai wujud pengabdian masyarakat berbasis riset.
Sebagai Narasumber pada pelatihan ini adalah Dr. (C) Ahmad Rifa’I, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai. Beliau adalah salah satu dosen di STIQ Amuntai Prodi PGMI yang memiliki keahlian di bidang metode-metode membaca dan menghafal Alquran, termasuk metode Yadain.

Kegiatan yang dipanitiai oleh mahasiswa KKN di Kec. Banua Lawas Kab. Tabalong ini dihadiri oleh guru-guru TPA dari berbagai desa se-Kecamatan Banua Lawas.
Peserta pelatihan ini begitu antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan acara ini. Hal ini di samping karena mereka sangat menantikan ilmu baru yang berkaitan metode menghafal Alquran yang lebih efektif juga karena pemateri pelatihan ini sangat piawai dalam menyampaikan materi, yang diawali dengan motivasi dan inspirasi menarik dan paparan yang lugas, menarik dan jelas.

Metode Yadain merupakan cara menghafal al-Qur‟an yang menggabungkan semua kemampuan panca indera, yang dirancang untuk mengoptimalkan seluruh potensi indera manusia. Sehingga menghafal bukan hanya dengan mengedepankan gaya Visual (mata), Auditory (telinga), Kinestetik (gerakan dan kulit), Olfactory (penciuman) dan Gustatory (pengecapan) secara eksternal saja, namun juga secara internal. Para ahli Neuro-Linguistik Programing menyebutnya dengan Submodality, yaitu sebuah proses dimana gambaran dunia nyata digambarkan kembali dalam pikiran manusia.

Jadi, dalam metode Yadain ini, tidak hanya sekedar hafal ayat-ayat dari al-Qur‟an tetapi juga mentadabburinya melalui latihan daya imajinasi sehingga mampu membayangkan alur kandungan al-Qur'an dengan lebih jelas.








Komentar