Amuntai – Tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai melaksanakan
kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi pendidikan tinggi di
Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Muara Tapus pada Ahad, 1 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA ini disambut
antusias oleh para santri kelas XII. Hadir sebagai narasumber utama dalam
kegiatan ini dosen tetap STIQ Amuntai, yaitu Maskanah, M.Pd., Nor Zakiah,
M.Ag., dan Siti Khafifah, M.Pd. Kegiatan ini juga didukung oleh staf karyawan
STIQ Amuntai yang turut membantu teknis pemberian informasi alur pendaftaran mahasiswa
baru.
Dalam
paparannya, tim dosen menekankan bahwa memilih program studi di perguruan
tinggi Islam harus selaras dengan tuntutan zaman. Perwakilan prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir menjelaskan bagaimana Al-Qur’an dipelajari melalui pendekatan multidisipliner
dan digital yang terintegrasi dengan pengetahuan modern. Di sisi lain, prodi
Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) diposisikan sebagai wadah strategis bagi santri yang ingin menjadi
pendidik profesional yang memiliki basis karakter Qur’ani yang kuat.
“Kami ingin
para santri di Ponpes Darussalam Muara Tapus memiliki pandangan luas bahwa
lulusan sekolah tinggi agama, khususnya dari STIQ Amuntai, memiliki peluang
karier yang sangat kompetitif, baik sebagai akademisi, peneliti, maupun
praktisi pendidikan,” ujar salah satu perwakilan tim dosen.
Kegiatan yang dilaksanakan
di aula pertemuan Ponpes ini diisi dengan sesi dialog interaktif. Para santri
banyak menggali informasi mengenai kemudahan akses beasiswa, program tahfidz,
serta kurikulum modern yang diterapkan di STIQ Amuntai. Pihak pengasuh Ponpes
Darussalam Muara Tapus menyatakan apresiasinya atas kehadiran para dosen STIQ
Amuntai. Kegiatan ini dinilai sangat membantu santri dalam memantapkan pilihan
program studi agar tidak salah melangkah setelah lulus dari jenjang Madrasah
Aliyah.
Pihak STIQ
Amuntai berharap melalui sosialisasi ini, sinergi keilmuan antara kampus dan
pesantren dapat terus terjalin demi mencetak generasi muslim yang moderat dan
profesional.


0 Komentar