Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

LPTQ HSU Gelar Pembinaan Intensif Calon Peserta MTQ Cabang Tafsir Menuju MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan

Amuntai – Dalam rangka mempersiapkan kafilah terbaik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan kegiatan Pembinaan Calon Peserta MTQ Cabang Tafsir Al-Qur’an pada tanggal 7, 14, dan 17 Maret 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA pada setiap pertemuan tersebut diikuti oleh para peserta yang meraih Juara I, II, dan III pada cabang Tafsir Al-Qur’an dalam MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2025. Para peserta berasal dari golongan Tafsir Bahasa Arab, Tafsir Bahasa Inggris, dan Tafsir Bahasa Indonesia.

Pembinaan ini menjadi bagian penting dari proses seleksi dan pemantapan akhir untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan mendatang.

Sejumlah pelatih dan pembina yang berkompeten di bidang Al-Qur’an dan tafsir dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Salah satu pemateri adalah Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIQ Rakha Amuntai yang juga dikenal sebagai akademisi, praktisi dan pembina Al-Qur’an di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Dalam pembinaannya, Dr. Haris memberikan materi yang berfokus pada penguatan kompetensi peserta dalam dua aspek utama, yaitu hafalan Al-Qur’an 30 juz dan kemampuan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai standar perlombaan MTQ cabang Tafsir.

Beliau menjelaskan bahwa seorang peserta cabang tafsir tidak hanya dituntut memiliki hafalan yang kuat, tetapi juga harus mampu memahami kandungan ayat secara mendalam dan sistematis. Oleh karena itu, pembinaan diarahkan pada beberapa komponen penting, meliputi penguasaan mufradat (kosakata Arab), pemahaman asbābun nuzūl atau sebab-sebab turunnya ayat, kajian munāsabah atau keterkaitan antarayat, pendapat para ulama dan ahli tafsir, hingga kemampuan mengambil hikmah dan pelajaran kehidupan dari ayat yang ditafsirkan.

“Peserta tafsir harus mampu menjelaskan kandungan ayat secara komprehensif, tidak hanya menerjemahkan, tetapi juga memahami konteks, hubungan ayat, pandangan para mufassir, dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya dalam salah satu sesi pembinaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai bentuk latihan, mulai dari penyetoran hafalan, simulasi penampilan, latihan penyampaian tafsir dalam tiga bahasa, hingga evaluasi kemampuan yang dilakukan oleh para pembina dan dewan pelatih.

LPTQ Kabupaten Hulu Sungai Utara berharap melalui pembinaan yang intensif ini akan lahir peserta-peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Selain sebagai persiapan kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Hulu Sungai Utara optimis dapat menampilkan peserta yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki wawasan keislaman dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.

Posting Komentar

0 Komentar