Ibadah Qurban
adalah salah satu ibadah yang paling besar momen dan syiarnya dalam agama
Islam, karena ibadah tersebut dilaksanakan berbarengan dengan dilaksanakannya
ibadah haji bagi mereka yang telah dipanggil oleh Allah untuk bisa melaksanakan
haji ke tanah suci.
Dalam menjalankan
ibadah kurban, tentu diperlukan perjuangan yang besar, khususnya dalam
mengorbankan harta, dimana orang-orang yang berkurban harus merogoh dompetnya
untuk membeli seekor kambing atau sepetujuh sapi yang nanti disembelih dan
dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Jamaah Mushalla
Nurul Huda Desa Lok Bangkai adalah salah satu jamaah yang selama ini konsisten
melaksanakan ibadah kurban, setiap tahunnya selalu ada orang-orang derwaman
yang rela menyembelih kurban di lingkungan tersebut dan membagikan dagingnya
kepada masyarakat di lingkungan mushalla tersebut.
Akhmad Rusydi, MA
adalah salah satu dosen STIQ Rakha Amuntai yang ikut andil menjadi panitia arisan
kurban di mushalla Nurul Huda sejak tahun 2018 sampai sekarang pada tahun 2026.
Pengabdian menjadi panitia kurban ini tentu memerlukan ketelitian dalam
memastikan bahwa para derwaman yang ingin berkurban bisa mendapatkan sapi yang
sesuai dengan harga yang pantas dengan kapasitas keuangan mereka, semua itu dimulai dari mengadakan musyawarah
bersama dengan para anggota kurban yang telah mendaftar tentang kesepakatan
iuran, seberapa lama iuran berlangsung, dan bagaimana kesepakatan akad antara
panitia dan para anggota agar sesuai dengan syariat Islam sehingga kurban yang
terlaksana berkah untuk semua.
Pada tahun ini
2026 bertepatan dengan Iduladha bulan Dzulhijjah 1447 H, Rusydi kembali
dipercaya jamaah Mushalla Nurul Huda untuk menjadi khatib, sekaligus imam dan
penyembelih hewan kurban di Mushalla Nurul Huda. Dari 4 ekor sapi yang
disembelih diperoleh sekitar 370 Kg daging sapi murni, yang dibagikan kepada
kurang lebih 150 kepala keluarga yang
telah didata sebelumnya oleh panitia di lingkungan Mushalla Nurul Huda.
Diharapkan dengan adanya pembagian dagingnya ini kepada seluruh jamaah, maka
tidak ada lagi pada hari raya tersebut perbedaan antara si kaya dengan si
miskin, semua bisa makan daging dan memasaknya dengan selera masing-masing
serta menghidangkannya kepada keluarga tercinta.
Selain menjadi
panitia kurban di Mushalla Nurul Huda, Rusydi juga aktif mengisi ceramah agama
di kajian Bulan Ramadhan di beberapa Mushalla yang tersebar di wilayah Hulu
Sungai Utara. Selain itu Rusydi juga aktif membimbing serta menjadi khadim
majlis tafsir yang rutin di adakan untuk mahasiswa IAT STIQ Amuntai setiap
siang Jumat.
0 Komentar