Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dosen STIQ Amuntai Tingkatkan Keterampilan Hiwar Santri Melalui Program Muhadasah Mingguan Di Pondok Pesantren Daarul Ihsan



Dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab santri, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai, Zam Zam Rasidi, M.Pd., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Program Muhadasah Mingguan di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Daarul Ihsan, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Program ini dilaksanakan secara rutin selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2025, setiap hari Minggu pagi dengan sistem pengajar bergiliran.

Program Muhadasah Mingguan merupakan salah satu bentuk pembinaan bahasa Arab yang bertujuan membekali santri dengan keterampilan berbicara (maharah al-kalam) secara aktif. Kegiatan ini didasari oleh pentingnya membangun kemampuan komunikasi lisan di samping penguasaan teori kebahasaan. Melalui pembiasaan berbicara, santri diharapkan tidak hanya mampu memahami kaidah bahasa Arab, tetapi juga terampil menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari sehingga tercipta lingkungan berbahasa (bi'ah lughawiyah) yang kondusif di lingkungan pesantren.

Pelaksanaan program didampingi oleh tiga orang pengajar yang bertugas secara bergiliran, yaitu Ust. Alwi Syihab, S.Pd., Ust. M. Maulana Ishaq, S.Pd., dan Ust. Zam Zam Rasidi, M.Pd. Sistem pembinaan secara bergilir memungkinkan kegiatan berlangsung secara berkesinambungan sekaligus memberikan variasi pendekatan pembelajaran kepada para santri. Dalam program tersebut, Zam Zam Rasidi melaksanakan pembinaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tim pengajar.

Kegiatan pembelajaran menggunakan kitab Al-Muḥāwarah al-Ḥadītsah sebagai bahan ajar utama. Materi yang terdapat dalam kitab tersebut disampaikan melalui metode praktik langsung sehingga santri memperoleh kesempatan untuk menggunakan kosakata dan ungkapan bahasa Arab sesuai konteks percakapan. Setiap pertemuan diawali dengan penjelasan singkat mengenai tema dialog, kemudian dilanjutkan dengan latihan membaca, memahami makna, dan mempraktikkan percakapan secara langsung.

Pada sesi praktik, santri dibagi ke dalam dua barisan yang saling berhadapan untuk mempraktikkan dialog sesuai materi yang dipelajari. Secara bergantian mereka berperan sebagai penanya dan penjawab menggunakan bahasa Arab berdasarkan teks dalam kitab Al-Muḥāwarah al-Ḥadītsah. Selama kegiatan berlangsung, pengajar memberikan bimbingan secara langsung dengan memperbaiki pelafalan (makhraj), intonasi, pilihan kosakata, serta ketepatan penggunaan ungkapan bahasa Arab sehingga santri dapat mengucapkan dialog dengan lebih baik dan percaya diri. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada setiap santri untuk aktif berbicara, melatih pelafalan, memperkaya kosakata, meningkatkan kelancaran berbicara, serta membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.

Selama pelaksanaan kegiatan, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan penuh semangat serta aktif mempraktikkan dialog bersama pasangan masing-masing. Suasana pembelajaran tampak interaktif, di mana santri tidak hanya membaca teks dalam kitab, tetapi juga mempraktikkannya secara lisan di hadapan pengajar dan teman-temannya. Pengajar memberikan umpan balik secara langsung terhadap kesalahan pengucapan maupun penggunaan ungkapan sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih komunikatif dan efektif. Pendekatan tersebut mampu menciptakan proses belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong santri untuk lebih berani menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan kemampuan hiwar santri semakin berkembang sehingga mereka terbiasa menggunakan bahasa Arab secara aktif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Pembiasaan komunikasi lisan secara berkelanjutan juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri santri dalam berinteraksi menggunakan bahasa Arab, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan pesantren yang lebih kondusif bagi pengembangan kompetensi kebahasaan.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara STIQ Amuntai dan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Daarul Ihsan, diharapkan terjalin sinergi yang berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab serta melahirkan generasi santri yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Arab secara aktif, percaya diri, dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar

0 Komentar