Program Karantina Ramadhan Online di Ponpes Daru Tahfizh Al-Quran Asy-Syifa Jumba

Ponpes Daru Tahfizh Asy-Syifa Desa Jumba yang diasuh oleh Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, salah satu dosen STIQ Amuntai pada tahun ini kembali mengadakan kegiatan karantina tahfizh di bulan Ramadhan, sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya di bidang Alquran. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 24 April hingga tanggal 18 Mei 2020. Adapun media dan tempatnya adalah menggunakan media online dan - dengan beberapa prosedur sesuai dengan protokol Covid 19 -  tetap melaksanakan kegiatan tatap muka.

Kegiatan karantina semacam ini sudah menjadi tradisi setiap bulan Suci Ramadhan di Ponpes ini. Yang menarik dari kegiatan kali ini adalah jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan karantina tahfizh dilaksanakan dengan sistem tatap muka dengan berbagai paketnya, maka, pada ramadhan kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mode daring atau online. Hal ini dilakukan karena merebaknya pandemi Covid 19 yang melanda hampir penduduk seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dengan prinsip "Menemukan peluang di setiap tantangan", maka di balik tantangan pandemi covid 19 ini pasti ada peluang untuk tetap menebar manfaat dan kebaikan untuk masyarakat. Di antara kebutuhan masyarakat adalah kebutuhan spiritual. Termasuk di dalamnya kegiatan menghafal Alquran. Oleh karena itulah, sebagai bentuk pengabdian masyarakat khususnya di bidang Tahfizh Alquran, maka  Kegiatan karantina tahfizh Ramadhan pada masa pandemic ini tetap dibuka, namun dengan berbasis online yaitu dengan media Video Call dan dilaksanakan juga kegiatan tatap muka atau offline.

Prosedur kegiatan di antaranya sebagai berikut:
1. Kegiatan setoran melalui aplikasi online yg telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan setoran online dilakukan  setiap hari selain hari Jumat di rumah masing2. Kegiatan ini dilaksanakan sampai pada hari ke-25 Ramadhan.
2. Pada kegiatan ini, paket mondok dan karantina asrama ditiadakan sampai keadaan kondusif dan normal kembali.
3. Di samping kegiatan online, santri juga melaksanakan setoran offline dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Kegiatan setoran offline dilaksanakan di pondok langsung bertalaqqi dengan ustadz/ustadzah setiap hari kecuali hari Jumat.
b. Kegiatan setoran offline dilaksanakan dengan dibagi menjadi beberapa halaqah, satu halaqah maksimal 5 santri.
c. Satu hari dibagi menjadi empat halaqah. Pembagian halaqah akan ditentukan ketika daftar atau daftar ulang. Setiap halaqah memiliki waktu yg telah ditentukan sbb:
- Halaqah 1 setoran offline jam 08.00 - 09.30
- Halaqah 2 setoran offline jam 10.00 - 11.30
- Halaqah 3 setoran offline jam 13.30 - 15.00
- Halaqah 4 setoran offline jam 15.00 - 17.00
d. Jika ingin setor hafalan di luar dari jam Halaqahnya, bisa dilakukan via online.
e. Tidak ada kegiatan pembukaan, buka bersama maupun wisuda atau kegiatan lain yg melibatkan berkumpulnya orang banyak.
f. Santri yg setoran offline wajib menggunakan masker.
g. Sebelum masuk ke asrama untuk setoran offline santri wajib berwudhu dan cuci tangan dengan sarana yg telah disiapkan.
h. Ketika setoran offline, santri tetap menerapkan phisycal distancing atau jaga jarak dan tidak diperkenankan untuk bersalaman kepada siapapun.

Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan. Ada dari tingkat MI, tingkat MTs, MA dan Mahasiswa/i perguruan tinggi, bahkan ada peserta yang telah lulus kuliah atau sudah sarjana dan masyarakat umum.

Adapun perolehan jumlah hafalan peserta pada kegiatan karantina tahfizh Ramadhan online kali ini rata-rata dua juz Alquran. Walaupun ada yang memperoleh hafalan dua belas juz, ada yang sebelas juz dan ada yang delapan juz, namun kebanyakan rata-rata mendapat dua juz, yang ternyata tidak jauh berbeda hasil perolehan hafalan Alquran pada kegiatan karantina pada tahun sebelumnya, yang rata-rata juga dua juz. Bahkan apabila di tahun dulu hanya dua peserta yang khatam Alquran, justru pada tahun ini ada lima peserta yang khatam. Ini menunjukkan bahwa kegiatan kali ini yang walaupun dilaksanakan secara online dilihat dari perolehan jumlah juz rata-rata peserta tidak begitu ada perbedaan kualitas dengan kegiatan tatap muka.


Dokumentasi Apresiasi Kepada Peserta yang Khatam Hafalan Alquran






Komentar

Posting Komentar