Pengabdian Masyarakat Bidang Alquran Melalui Program Karantina

 Pondok pesantren Daru Tahfizh Alquran Asy-Syifa Jumba – Amuntai yang diasuh dibawah Asuhan Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd, salah satu ustadz instrukturnya adalah M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd dosen STIQ Amuntai, pada tahun ini kembali mengadakan program karantina menghafal Alquran di bulan September 2020, sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat, khususnya di bidang Alquran. kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 01 september hingga tanggal 30 september 2020. Adapun media dan tempatnya adalah menggunakan media online dan offline dan dengan beberapa prosedur sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19- tetap melaksanakan kegiatan tatap muka atau offline.

Kegiatan karantina mengahafal Alquran semacam ini dilakukan hampir setiap bulan di Pondok Pesantren Daru Tahfizh Alquran Asy-Syifa jumba – Amuntai ini. yang menarik pada program karantina pada tahun ini adalah dilaksanakan dengan dua media, yaitu media online dan media offline. Mengapa demikian, karena mengingat pada tahun ini tahun 2020 semenjak merebaknya Covid-19 dan pemerintah membuat surat tentang larangan pembelajaran dilakukan secara tatap muka, melainkan dilakukan secara daring atau online, meskipun beberapa bulan telah diizinkan melakukan pembelajaran secara luring namun hal ini tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan, agar covid-19 tidak semakin merebak dan menyebar luas.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 10 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan, ada tingkayyan MI, tingkatan MTs, tingkatan MA dan Mahasiswa/i perguruan tinggi, bahkan ada peserta yang telah lulus kuliah atau sudah sarjana dan masyarakat umum.

Adapun hafalan yang diperoleh mereka adalah rata-rata berjumlah 3 juz sampai 4 juz hafalan Alquran. Walaupun ada beberapa orang yang memperoleh 5 juz sd 7 juz dalam satu bulan pada program karantina hafalan Alquran di Pondok Pesantren Daru Tahfizh Alquran Asy-Syifa Jumba – Amuntai. Bahkan apabila di tahun dulu hanya mendapatkan 1 juz sd 2 juz, justru pada tahun ini jumlah hafalan peserta karantina semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini walaupun dilaksanakan di tengah-tengah pandemic covid-19, dilaksanakan secara online dan offline dilihat dari perolehan jumlah juz rata-rata peserta begitu ada perbedaan kualitas dengan kegiatan normal tanpa adanya covid-19.



Komentar