Kuliah Subuh: Refleksi Kitab Ayyuhal Walad Untuk Meningkatkan Kualitas Amal Shaleh

Panitia Langgar Nurul Islam menyelenggarakan kuliah subuh atau ceramah subuh di setiap tahunnya di bulan Ramadhan. Kuliah subuh ini biasanya diisi oleh ustadz, tuan guru atau mu’allim secara bergiliran yang setiap harinya berbeda-beda. Salah satunya adalah ustadz M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd. Beliau adalah salah satu Dosen jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai. Kuliah subuh ini juga diikuti dan dihadari oleh masyarakat Desa Pamintangan yang berada di dekat Langgar Nurul Islam.

Kegiatan kuliah subuh ini diselenggarakan oleh panitia Langgar Nurul Islam adalah sebagai bentuk kegiatan yang bermanfaat, menambah wawasan ilmu agama, mengambil keutamaan menuntut ilmu di bulan suci Ramadhan dan sekaligus mengambil berkah di bulan suci Ramadhan, karena bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan serta pahala yang dilipatgandakan oleh Allah swt. Oleh karana itu, masyarakat Desa Pamintangan mengadakan kegiatan kuliah subuh ini dengan melalui panitia Langgar Nurul Islam sebagai penyelenggara.

Ustadz M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd mendapatkan jadwal mengisi kuliah subuh pada bulan Ramadhan tepatnya pada hari Jum’at subuh tanggal 23 April 2021. Kuliah subuh ini dilaksanakan di Langgar Nurul Islam Desa Pamintangan Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan.

Kegiatan ini diikuti dan dihadiri oleh masyarakat Desa Pamintangan. Adapun materi yang disampaikan oleh ustadz M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd adalah mengulas tentang kitab Ayyuhal Walad. Kitab Ayyuhal Walad adalah kitab yang dikarang oleh Hujjatul Islam Muhammad bin Muhammad Abi Hamid Al-Ghazali. Kitab ini berisi tentang nasihat-nasihat yang bermanfaat dan menyentuh. Sedangkan materi yang disampaikan oleh ustadz M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd dalam kitab tersebut adalah tentang faidah-faidah yang terdiri dari delapan faidah. Hal ini diawali dengan suatu kisah antara seorang guru dan murid yangmana guru yang bernama Syafiq Al Balkhi bertanya kepada santrinya yang bernama Hatim Al Ashom. Guru tersebut bertanya bahwa “Kamu telah menemaniku selama 30 tahun, apa yang telah kamu hasilkan selama 30 tahun bersamaku?, lalu Hatim menjawab bahwa “Aku telah menghasilkan delapan faidah dari ilmu, dan hal itu sudah mencukupi bagiku, karena sesungguhnya aku berharap keselamatanku di dalam delapan faidah tersebut. Lalu gurunya bertanya lagi, “Apakah delapan faidah tersebut?” kemudian Hatim Al Ashom menjawab bahwa delapan faidah tersebut salah satunya adalah “Aku telah melihat semua makhluk, setiap dari mereka memiliki mahbub kekasih yang dicintai dan dirindukan, sebagian dari kekasih itu ada yang menemaninya hanya sampai ketika sakaratul maut, sebagian yang lain iitu ada yang hanya sampai di pinggir kubur, kemudian kembali dan meninggalkannya dalam kesepian dan kesendirian, dan tidak ada seorangpun yang menyertainya masuk dalam kubur. Lalu aku berfikir dan berkata: sebaik-baik kekasih adalah yang bisa ikut masuk di dalam kubur dan menjadi penerang di sana, dan aku tidak menemukannya kecuali amal-amal yang baik, maka aku menjadikannya sebagai kekasih agar bisa menjadi lampu penerang di dalam kuburku serta selalu akan menjadi penentram yang tidak akan meninggalkanku seorang diri. Dan begitu seterusnya sampai kepada faidah yang kedelapan.

Masyarakat Langgar Nurul Islam terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan kuliah subuh ini, hal ini dibuktikan ketika masyarakat mengikuti kuliah subuh ini terlihat mendengarkan dengan seksama dan penuh kekhusuan. Selain itu juga banyaknya masyarakat yang hadir dan hampir memenuhi Langgar Nurul Islam. Melalui kegiatan kuliah subuh pada bulan Ramadhan ini yang diisi dengan ceramah agama diharapkan dapat meninggkatkan amal-amal shaleh sebagai bekal kelak di akhirat. 



 

Komentar