Pengembangan Model Pembinaan Tahfizh Al-Qur’an di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Program Karantina Semi Online di Pondok Pesantren Daru Tahfizh Alquran Asy-Syifa Jumba Amuntai

Pondok Pesantren Daru Tahfizh Alquran Asy-Syifa Jumba Amuntai Kembali mengadakan Program karantina tahfizh bulan Ramadhan pada tahun ini. Program karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan merupakan program yang diadakan hampir setiap tahun. Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd merupakan pengasuh pondok pesantren daru tahfizh Alquran Asy-Syifa tersebut.

Salah satu ustadz yang menjadi instruktur tahfizh pada program karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan adalah M. Ahim Sulthan Nuruddaroini, M.Pd. Beliau adalah salah satu Dosen jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai. Kegiatan karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan ini diikuti dari berbagai kalangan; baik masyarakat umum, mahasiswa, siswa Madrasah Aliyah atau SMA, siswa Madrasah Tsanawiyah atau SMP, siswa Madrasah Ibtidaiyah atau SD, dan dari anak Tk.

Santri yang telah khatam 30 juz

Kegiatan karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan ini dilaksanakan hampir setiap tahun. Pada tahun ini dilaksanakan pada bulan April tanggal 11 2021 sd Mei 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jumba Kec. Amuntai Selatan. Kab. Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan setoran adalah ada 5 tempat. Dengan rincian sebagai berikut; 1 tempat untuk setoran putra dan 4 tempat untuk setoran putrinya.

Program karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan ini merupakan program yang sudah menjadi program rutin setiap tahunnya. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para penghafal Alquran yang ingin menghafal Alquran, bagi yang ingin mengkhatamkan hafalan Alqurannya maupun mengisi liburan sekolah.

Pada tahun ini kegiatan karantina dilaksanakan dengan menggunakan protocol Kesehatan covid 19. Karena mengingat penyebaran virus corona 19 yang masih belum tahu pastinya kapan berakhir. Oleh karena itu, kegiatan ini tetap dilasanakan dengan mematuhi protocol Kesehatan covid 19 dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Namun hal tersebut tidak mengurangi rasa semangat peserta pada program karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini, dengan jumlah keseluruhan peserta adalah sebanyak 130 peserta. Peserta putra sebanyak 35 orang dan peserta putri sebanyak 95 orang.

Hasil hafalan Alquran yang diperoleh rata-rata adalah 2 juz sd 3 juz. Ada beberapa peserta yang berhasil memperoleh 7 juz, dan ada juga yang berhasil mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz sebanyak 3 orang peserta. Peserta yang mengikuti pogram karantina tahfizh ini didominasi oleh mahasiswa dan siswa Madrasah Ibtidaiyah, sedangkan peserta lainnya adalah siswa SMP, SMA dan Umum. Kegiatan karantina tahfizh Alquran ini ditutup dengan acara wisuda semi online yang dihadiri oleh seluruh peserta karantina baik putra maupun putri. Selaian wisuda penutupan karantina tahfizh Alquran pada bulan Ramadhan juga sekaligus wisuda bagi yang telah mengkhatamkan hafalannya 30 juz atau dinamakan khataman sugro. Khataman sugro ini dihadiri oleh peserta serta wali atau orangtua dari masing-masing peserta yang telah khatam 30 juz.

 

Komentar