Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

DIKLAT PENDIDIKAN NASIONAL TEMA REVOLUSI KURIKULUM (KURIKULUM DARI MASA KE MASA)”MATERI: MEMULIHKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK ERA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ABAD 21

 

Oleh: Muhammad Majdi, M.Pd

             Selasa tanggal 15 Februari 2022 adalah pembukaan acara  “DIKLAT PENDIDIKAN NASIONAL” dengan tema “Revolusi Kurikulum (Kurikulum dari Masa ke Masa)” oleh Analog Teacher of Learning dengan rangkaian acara selama 4 hari yaitu dari tanggal 15,16,22, dan 23 dengan 12 narasumber dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu pemateri adalah dosen dari STIQ Amuntai yaitu Muhammad Majdi, M.Pd yang memberikan materi pada hari rabu tanggal 16 Februari 2022 dengan judul Memulihkan Keterampilan Komunikasi Anak Era Pembelajaran tatap Muka Perspektif Pembelajaran Abad 21.

Dampak dari datangnya Pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2019 sangat berpengaruh pada tatanan hidup manusia pada semua sektor tidak terkecuali dalam sektor pendidikan yang mana mengharuskan semua orang untuk membatasi aktivitas, termasuk aktivitas belajar di sekolah. Berbagai cara sudah dilakukan sebagai solusi atas pembelajaran dari istilah nama pembelajaran daring sampai pembelajaran luring. Hal tersebut tidak cukup menjawab tuntutan dari semua kalangan terkait sistem pembelajaran, dari peserta didik, orang tua peserta didik, sampai guru/pengajar. Terlebih bagi orang tua peserta didik tingkat TK dan SD yang mana dalam proses pembelajaran daring harus didampingi oleh orang tua. Jadi istilahnya bukan hanya anak/peserta didik yang sekolah tetapi orang tua mereka pun juga sekolah. maka dari itu yang menjadi orang ataupun kalangan yang sangat mendukung terjadinya pembelajaran tatap muka ialah kalangan orang tua peserta didik tingkat TK dan SD karena rata-rata mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Hal ini juga mengingat kekhawatiran orang tua atas aktivitas sosial anaknya, yang mana cenderung menutup diri dirumah. Minimnya kesempatan anak untuk dapat berkomunikasi atau bersosialisasi dengan teman sebayanya karena lamanya tidak sekolah.

Keresahan ini berlanjut pada semakin berkembangnya teknologi seperti handphone yang mana hampir semua orang dengan mudah dapat memiliki dan menggunakannya. Menjadi sebuah kendala karena atas kemudahan memiliki dan menggunakannya menjadikan anak rata-rata akan bersifat pasif karena aktivitas mereka sekarang teralihkan dengan adanya handphone seperti bermain game dan aplikasi lainnya yang mana membuat mereka akan melupakan waktu bermain dengan teman sebayanya. hal tersebut berpengaruh pada tingkat komunikasi dan sosialnya.

Pembelajaran abad 21 menawarkan beberapa keunggulan pembelajaran yang dapat dikolaborasikan pada masa pandemi. Hal ini tentunya harus sejalan dengan semua pihak yang terkait untuk mensukseskan  pembelajaran yang efektif dan efisien. Korelasi dalam konteks pandemi covid-19 dijabarkan pada model pembelajaran yang berorientasi pada abad 21 adalah 1) Communication skill, 2) Collaboration skill, dan 3) Critical thinking and problem solving skill.

Solusi untuk permasalahan terkait keterampilan berkomunikasi atau bersosialisasi yang disebabkan oleh lamanya peserta didik di rumah dapat diatasi dengan rencana pembelajaran yang dirancang dengan menitik beratkan pemulihan tingkah laku sosialnya. Salah satu yang ditawarkan adalah model pembelajaran abad 21 yaitu Communication skill (keterampilan berkomunikasi). Pada model ini orientasi utamanya terletak pada kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk menggunakan kemampuannya dalam mengutarakan ide-ide, baik dalam kegiatan diskusi dengan teman sebaya ataupun menyelesaikan masalah oleh gurunya.

Oleh sebab itu yang dilakukan pada model ini terfokus untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasinya. Seperti mengadakan kegiatan cerita pengalaman, diskusi, tanya jawab dan lainnya yang orientasinya fokus untuk memberikan kesempatan peserta didik dalam menyampaikan ide-ide dengan suasana senang sehingga mendapatkan pemulihan percaya diri. Pada model ini tidak dianjurkan guru memberikan tugas terlalu berlebihan sehingga melupakan adanya komunikasi dua arah tersebut.

Guru diharapkan mampu menjembatani peserta didik dalam mencapai tujuan dengan senantiasa mengarahkan atau memberikan stimulus kepada peserta didik untuk tampil percaya diri seperti mampu beradapatasi dengan teman sekelas atau teman kelompok, menghargai pendapat teman, berani memberikan pertanyaan, berani menyanggah dan berani menyampaikan pendapat. Selain itu juga harapannya Communication skill ini mampu menjawab permasalahan yang ada yaitu pemulihan keterampilan berkomunikasi yang menjadi pokok permasalahan di masa pandemi.  

Posting Komentar

0 Komentar