Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Penguatan Fondasi Fonetik Al-Qur'an Bagi Mahasiswa Baru Melalui Metode Tartily Banjary



Unit Pengembangan Bahasa (UPB) UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan program pembinaan membaca Al-Qur'an menggunakan Metode Tartily Banjary. Metode Tartily Banjary disusun menggunakan pendekatan saintifik metode Sam'iyyah Syafawiyah dan konsep Quantum Learning dengan merayakan setiap keberhasilan dalam pembelajaran untuk menumbuhkan optimisme peserta didik. Konsep Quantum Learning yang ditonjolkan dalam metode Tartily Banjary dikemas dengan kata "SYARIF" jika diuraikan maka huruf "S" berarti Siapakan "Y" berarti Yakinakan "A" berarti Ajariakan wan Amatiakan "R" berarti Rancakiakan wan Rumuskan "I" berarti Iramaakan dan "F" berarti Fasykur (syukuri dan rayakan).  Program ini dirancang khusus sebagai kelas matrikulasi bagi mahasiswa yang masih memiliki kemampuan dasar atau kurang lancar dalam membaca Al-Qur'an agar mereka siap mengikuti pembelajaran bahasa Arab.

 

Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh mahasiswa semester 1 UIN Antasari Banjarmasin yang teridentifikasi memerlukan bimbingan intensif dalam membaca Al-Qur'an. Program ini dibimbing oleh Muhammad Iqbal, M.Pd.I., seorang dosen dari STIQ Amuntai, yang hadir dalam rangka menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

 

Pelaksanaan bimbingan bertempat di lingkungan kampus UPB UIN Antasari Banjarmasin dari tanggal 11 September 2025 sampai 13 Desember 2025. Suasana akademik yang kondusif di kampus ini mendukung para mahasiswa untuk fokus memperbaiki makhraj dan tajwid mereka.

 

Program ini dilaksanakan secara rutin sepanjang semester ganjil. Jadwal pertemuan ditetapkan setiap hari Kamis,Jumat dan sabtu, pada pukul 06.40 hingga 08.20 WITA. Waktu pagi dipilih agar konsentrasi mahasiswa masih segar sebelum memulai perkuliahan umum lainnya.

 


Banyak dari mahasiswa baru yang belum mahir membaca Al-Qur'an kerena dari berbagai latar belakang sekolah. Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan fondasi utama sebelum mempelajari bahasa Arab di UIN Antasari. Tanpa kelancaran membaca Al-Qur'an, mahasiswa akan kesulitan dalam mengikuti materi bahasa Arab yang berbasis teks suci. Oleh karena itu, program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan kemampuan tersebut agar mahasiswa memiliki dasar yang kuat.

 

Muhammad Iqbal, M.Pd.I. menerapkan pendekatan Metode Tartily Banjary, sebuah metode lokal orang banua yang efektif untuk mempercepat kefasihan membaca dengan irama yang teratur dan aturan tajwid yang ketat namun mudah diikuti.

Dalam prosesnya, tutor melakukan bimbingan secara bertahap:

Pengelolaan kelas pembelajaran

  a. Setiap kelompok dibimbing 1 tutor

  b. Setiap kelompok sebanyak 10 sampai dengan 14 mahasiswa

  c. Pengaturan posisi duduk mahasiswa yaitu dengan melingkar atau setengah lingkaran/bentuk U atau berbanjar

 d. pembelajaran dilaksanakan dengan 4 model


Model belajar

    Model pembelajaran dalam Tartily Banjary dengan 4 cara, yaitu:

  a. Individual, diterapkan jika mahasiswa bervariasi dengan jilid dan halaman berbeda. Penerapannya Dengan cara memanggil mahasiswa satu persatu sementara mahasiswa yang lain diberi tugas.

  b. Klasikal individual, diterapkan jika jilid sama dan halaman berbeda. Penerapannya dengan klasikal halaman yang ditentukan tutor dan dilanjutkan memanggil satu persatu. Sementara yang tidak dipanggil diberikan tugas.

  c. Klasikal baca simak, diterapkan jika jilid sama dan halaman beda. Penerapannya dengan klasikal halaman yang ditentukan tutor kemudian setiap mahasiswa diminta membaca dan yang lain menyimak temannya .

  d. Klasikal baca simak murni, diterapkan jika jilid dan halaman sama. Penerapannya murni klasikal dan baca simak sesuai jilid dan halaman di kelompoknya.


Evaluasi

    Evaluasi diterapkan menjadi empat bentuk, yaitu:

   a. Evaluasi harian, tercantum di dalam buku prestasi.

  b. Evaluasi kenaikan jilid

  c. Evaluasi akhir munaqasyah


Materi bisa diunduh Di Sini


Posting Komentar

0 Komentar