Dalam rangka melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, M. Syihabuddin, M.Pd., dosen STIQ Amuntai, berpartisipasi sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 20.00–21.30 WITA, bertempat di Gedung BKPSDM Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara serta beberapa daerah di luar wilayah kabupaten. Keberagaman latar belakang peserta mencerminkan tingginya antusiasme kader pelajar Nahdlatul Ulama dalam mengikuti proses kaderisasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas personal dan organisasi.
Pada kesempatan ini, M. Syihabuddin, M.Pd. menyampaikan materi bertema “Networking dan Lobbying dalam Penguatan Kelembagaan Organisasi Pelajar.” Materi difokuskan pada pengembangan kompetensi peserta dalam membangun jejaring strategis, mengelola relasi kelembagaan, serta melaksanakan komunikasi persuasif yang profesional dan beretika dalam memperjuangkan program organisasi.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan komunikatif. Narasumber memadukan pemaparan konseptual dengan analisis kontekstual terhadap dinamika organisasi pelajar di tingkat lokal. Peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan program kerja tidak hanya ditentukan oleh semangat aktivisme, tetapi juga oleh kemampuan perencanaan, pengelolaan relasi, serta strategi komunikasi yang sistematis.
Dalam sesi inti, peserta diperkenalkan pada tahapan strategis lobbying yang meliputi pemetaan pemangku kepentingan, persiapan data dan dokumen pendukung, pendekatan personal, penyampaian gagasan berbasis solusi, proses negosiasi, serta mekanisme tindak lanjut. Kerangka ini bertujuan membangun pola pikir analitis dan profesional dalam menjalankan fungsi advokasi organisasi.
Materi kemudian diperkuat melalui studi kasus dan simulasi praktik. Peserta dilibatkan secara aktif dalam kegiatan role play yang menempatkan mereka sebagai tim pelobby, pihak target, dan pengamat. Melalui metode ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola komunikasi, merespons dinamika negosiasi, serta melakukan evaluasi berbasis pengamatan objektif.
Pada sesi refleksi, Beberapa peserta memaparkan temuan mereka terkait kekuatan dan kelemahan strategi komunikasi, efektivitas penyampaian gagasan, serta pentingnya persiapan data dalam proses lobbying. Selain itu, peserta juga menyampaikan kesimpulan umum mengenai urgensi membangun jejaring yang berkelanjutan dan menjaga etika dalam interaksi kelembagaan.
Model refleksi berbasis observasi ini menunjukkan bahwa peserta telah mampu menginternalisasi materi secara analitis, tidak hanya pada tataran pemahaman konseptual, tetapi juga pada level evaluatif dan aplikatif. Proses ini memperkuat fungsi pembelajaran sebagai ruang pengembangan nalar kritis dan kesadaran organisasi.
Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi peserta, khususnya dalam aspek komunikasi strategis, perencanaan program, dan penguatan jejaring kelembagaan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.
Partisipasi dosen STIQ Amuntai dalam forum kaderisasi ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mengintegrasikan pengembangan keilmuan dengan pengabdian sosial. Melalui kegiatan semacam ini, STIQ Amuntai terus berupaya berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berwawasan luas, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
.jpeg)



0 Komentar