Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Diklat Pendidikan Nasional : PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK PESERTA DIDIK DALAM MERDEKA BELAJAR

Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia sedang beradaptasi dengan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Dalam kurikulum merdeka dikenal konsep pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Oleh karena itu, untuk memersiapkan guru yang berkompetensi dan professional  dibidangnya, serta siap menerapkan pembelajaran berdiferensiasi ini , maka Analog Teacher of Learning (ATL)  mengadakan Diklat Pendidikan Nasional dengan tema “ Pembelajaran Berdiferensiasiuntuk Peserta Didik dalam Merdeka Belajar” dengan bertujuan mempersiapkan seorang Pendidik  professional, cakap, dan inovatif dalam mencetak generasi yang memiliki semangat dan motivasi belajar. Diklat Pendidikan Nasional ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 9, 10, 11, dan 12 November  2022 dengan 8  narasumber dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu Pemateri adalah dosen dari STIQ Amuntai yaitu Nida Mauizdati, M.Pd yang memberikan materi pada tanggal 12 November 2022 dengan judul “Mengoptimalkan Gaya Belajar Siswa”

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Karenanya guru diantaranya juga harus melakukan pemetaan terhadap kebutuhan siswa termasuk juga perbedaan gaya belajarnya. Hal ini agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.




Posting Komentar

0 Komentar