Amuntai – Dalam rangka meningkatkan mutu
dan profesionalitas Guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP Negeri
se-Kabupaten Hulu Sungai Utara, QUFA Center STIQ Rakha Amuntai kembali
menyelenggarakan program pelatihan rutin triwulanan. Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh guru Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan tingkat SMP Negeri
se-Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai wujud komitmen kolektif dalam penguatan
kompetensi pedagogik, profesional, dan keagamaan, khususnya dalam pembelajaran
Al-Qur’an di lingkungan pendidikan formal.
Program ini dirancang untuk memperkuat
kapasitas keilmuan dan profesionalitas guru dalam aspek standarisasi
kompetensi, metodologi pembelajaran, serta etika pengajaran Al-Qur’an. Materi
pertama disampaikan oleh (cand) Dr. Ridhatullah Assya'bani, M.Ag yang
menguraikan secara komprehensif urgensi profesionalisme guru tahsin dan
tahfizh. Pemaparan tersebut mencakup penguatan penguasaan makharijul huruf dan
ilmu tajwid, strategi manajemen kelas, hingga peneguhan integritas dan etika
pendidik dalam membimbing peserta didik secara akademik dan spiritual.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh
Muhammad Majdi, M.Pd dengan tema Artificial Intelligence (AI) as a Learning
Assistant: Optimalisasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Pada sesi ini,
peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus pelatihan aplikatif mengenai
pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung dalam
penyusunan perangkat pembelajaran yang sistematis, efektif, dan kontekstual.
Integrasi AI dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan efisiensi
kerja guru, memperkaya strategi pembelajaran, serta tetap selaras dengan
nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan pendidikan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa,
10 Februari 2026, bertempat di Aula Agung Amuntai, mulai pukul 08.30 hingga
12.30 WITA. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi pertama yang
memberikan penguatan konseptual terkait profesionalisasi dan etika guru dalam
menjalankan perannya sebagai pendidik Al-Qur’an. Diskusi berlangsung secara
aktif dan reflektif, menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Sesi berikutnya
dilanjutkan dengan pelatihan praktis pemanfaatan AI, di mana para guru secara
langsung mempraktikkan penyusunan perencanaan pembelajaran yang lebih
terstruktur, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru
Tahsin, Tahfizh, dan Amaliyah Keagamaan SMP Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai
Utara semakin kompeten, responsif terhadap transformasi digital dalam
pendidikan, serta mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas,
efektif, dan bermakna bagi peserta didik.
Materi PPT 1 bisa diunduh DI SINI
Materi PPT 2 bisa diunduh DI SINI


0 Komentar