PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN PELATIHAN REBANA DALAM MENINGKATKAN KECINTAAN KEPADA RASULULAH SAW BAGI KAUM WANITA



Disetiap pedesaan sering kita jumpai berbagai kegiatan kemasyarakatan, yang mana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan wadah silaturrahmi antar masyarakat setempat. 

Diantara kegiatan kemasyarakatan atau boleh kita katakan acara rutinan yang sering kita temui di desa-desa yaitu Maulid Diba’i, Maulid Habsyi, dan Tahlilan. Namun, Salah satu dari acara tersebut adalah Maulid Habsyi yang berisikan dengan sya’ir-sya’ir Islami yang diiringi oleh tebukan alat  rebana. 

Alat Rebana atau dalam istilah orang Banjar menyebutnya “Terbang”. Terbang ini dimainkan dengan cara menebuknya dengan tangan atau bahkan hanya menggunakan jari tangan saja, namun tidak banyak dari kaum perempuan yang mahir memaikan alat terbang ini. Khususnya di Desa kami yaitu Desa Sungai Batung Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. 

Di desa kami, Kaum remaja putri sudah diajarkan untuk bisa menebuk atau memainkan alat terbang. Adapun yang mengajarkannya adalah Ibu Ajidah yang mana beliau juga merupakan salah satu dari Dosen STIQ Amuntai, karena beliau sangat mahir dalam menebuk alat Terbangnya, sehingga kami juga merasa bersemangat dan tersa mudah ketika belajar memainkan alat Terbang Tersebut.

 Dengan tekun belajar, tebukan Terbangpun terasa indah didengar, sehingga meningkatkan minat para ibu-ibu untuk ikut bersholawat, terlebih mereka para pecinta sholawat dan Maulid Nabi SAW, dan bahkan dulu dikatakan bahwa Rebana sebenarnya juga digunakan sebagai sarana dakwah oleh para penyebar Islam sebab syair-syair indah diiringi tebukan alat Terbang itu sebenarnya memuat pesan-pesan mulia agama Islam dan masih dapat kita rasakan di masa sekarang ini dan  merupakan seni budaya Islam yang harus dijaga dan dikembangkan. 

Komentar